Pengalaman Umroh Bersama Fitour International: Layanan Terpercaya dari Lombok

Kalau bicara soal umroh, rasanya bukan cuma tentang perjalanan fisik menuju Mekkah dan Madinah. Tapi lebih ke perjalanan hati, sebuah perjalanan batin yang tidak semua orang bisa lakukan kapan saja. Dan ketika kesempatan itu datang, kita pasti ingin semuanya berjalan sempurna—dari awal keberangkatan hingga kembali ke rumah dengan hati yang lebih tenang dan bersih.

Saya masih ingat waktu pertama kali ibu saya bilang, “Bu, kayaknya tahun ini bisa umroh, insyaAllah.” Kalimat itu pelan, tapi matanya berbinar. Kami langsung mulai mencari informasi. Banyak banget biro umroh di luar sana. Tapi sebagai orang Lombok, saya ingin cari yang benar-benar paham karakter, kebiasaan, dan kebutuhan warga sini.

Sampai akhirnya saya dikenalkan dengan Fitour International. Awalnya saya sempat skeptis, karena banyak biro umroh yang keliatannya bagus di awal tapi belakangan malah mengecewakan. Tapi Fitour ini beda. Saya menemukan mereka lewat rekomendasi tetangga dan juga komunitas pengajian yang saya ikuti di Mataram. Banyak yang bilang pelayanan mereka itu “niat”, bukan sekadar profesional—tapi juga penuh kepedulian.

Dari situlah saya mulai mencari tahu lebih lanjut. Ternyata mereka memang fokus melayani jamaah umroh dari NTB, khususnya dari Lombok. Mereka sering mengadakan manasik secara rutin, bahkan kadang diadakan langsung di desa-desa biar makin banyak yang bisa ikut tanpa harus jauh-jauh ke kota. Dari awal, saya bisa rasakan kalau Fitour ini bukan sekadar agen perjalanan—mereka benar-benar mendampingi. Bahkan membantu keluarga kami mengurus semua kebutuhan ibadah ibu saya dari awal sampai akhir.

Saat sesi manasik pertama, saya ikut menemani ibu. Suasananya hangat, dibuka dengan tilawah, dilanjutkan sharing pengalaman dari jamaah yang sudah pernah berangkat. Bukan kelas satu arah. Tapi benar-benar suasana kekeluargaan. Di akhir sesi, saya peluk ibu dan bilang, “Bu, kayaknya ini jalan yang tepat.”

Waktu keberangkatan tiba, kami mengantar rombongan ke Bandara Internasional Lombok. Saya lihat jamaah dari berbagai usia, dari yang muda sampai yang sudah sepuh. Dan semuanya tampak tenang karena didampingi oleh tim Fitour yang ramah dan sangat perhatian. Saya sendiri merasa seperti menitipkan ibu ke saudara sendiri. Mereka sigap, senyum tak pernah lepas, dan yang paling saya kagumi: mereka tahu nama masing-masing jamaah! Ini bikin saya percaya kalau mereka memang sungguh-sungguh mempersiapkan semuanya dengan detil.

Selama ibu di Tanah Suci, saya nggak pernah merasa gelisah. Tim Fitour rajin mengirim update melalui grup WhatsApp keluarga. Foto-foto kegiatan, cerita singkat dari pendamping, bahkan kadang voice note dari ustadz pembimbing yang menceritakan kondisi jamaah hari itu. Rasanya seperti ikut hadir, walaupun saya masih di rumah.

Dan setelah pulang? Wajah ibu saya lebih bercahaya. Dia banyak cerita soal suasana thawaf yang mengharukan, tentang bagaimana ustadz pembimbing selalu memastikan semua jamaah bisa mengikuti ibadah dengan baik, dan tentang bagaimana beliau merasa benar-benar didampingi seperti keluarga selama di sana. Bahkan, katanya, ketika ada jamaah yang ketinggalan rombongan di Masjidil Haram, tim Fitour bisa dengan cepat menanganinya. Nggak panik, nggak menyalahkan—tapi fokus pada solusi.

Saya jadi ikut tergerak. Dalam hati, saya mulai menabung. Karena saya ingin ikut juga. Dan kalau Allah izinkan, saya tahu kepada siapa saya harus mempercayakan perjalanan saya nanti. Fitour sudah membuktikan bahwa pelayanan mereka bukan sekadar slogan. Mereka benar-benar menjadi teman perjalanan spiritual.

Kalau kamu juga punya rencana berangkat umroh, atau ingin membantu orang tua, pasangan, atau saudara untuk menunaikan ibadah ini, saya sarankan mulai cari informasi lebih lanjut. Kamu bisa cek langsung ke Fitour International untuk melihat program, jadwal keberangkatan, dokumentasi jamaah sebelumnya, dan informasi lengkap seputar umroh.

Dari pengalaman saya, keberangkatan dari Lombok itu punya keunikan sendiri. Suasana religius yang masih sangat terasa, komunitas yang erat, serta kenyamanan berangkat dari tanah kelahiran sendiri. Tidak perlu repot ke luar daerah, tidak bingung dengan budaya baru sejak awal, dan bisa langsung fokus pada niat utama: menjalankan ibadah.

Beberapa teman saya yang sudah lebih dulu berangkat bareng Fitour bilang hal yang sama. Pelayanan hangat, program terstruktur, dan fasilitas yang mendukung. Tapi yang paling mereka suka adalah pendekatan personal—tidak berjarak antara jamaah dan tim pembimbing. Itu yang membedakan Fitour dengan biro lain.

Saat ini Fitour juga aktif memberikan edukasi di media sosial dan berbagai event keagamaan di Lombok. Jadi, kalau kamu punya pertanyaan, bisa langsung ikut sesi mereka atau hubungi timnya. Nggak perlu malu atau ragu—mereka justru senang bantu dan jelaskan dengan bahasa yang sederhana.

Di akhir cerita ini, saya cuma ingin bilang satu hal. Umroh bukan sekadar soal tiket dan hotel. Tapi soal rasa aman, kenyamanan hati, dan pendampingan yang tulus. Dan itu semua, saya temukan di Fitour International.